Thinah

•March 6, 2007 • Leave a Comment

Aqidah ini merupakan salah satu wacana syiah yang tersembunyi dan termasuk salah satu diantara aqidah yang harus sangat dirahasiakan khususnya kepada orang-orang awam syiah. Karena seandainya mereka mengetahui akidah ini maka mereka akan melakukan hal-hal yang sifatnya merusak dengan satu keyakinan bahwa balasannya di akherat kelak akan ditanggung oleh orang lain.[1]

Pada awalnya memang aqidah ini merupakan hal yang ditolak dikalangan cendekiawan syiah yang terdahulu, seperti Murtadho dan Ibn Idris. Dikarenakan menurut pandangan mereka – meskipun beberapa riwayat telah berhasil menyusup ke dalam buku-buku syiah – akan tetapi hal itu merupakan hadits ahad (tunggal) yang menyelisihi Kitab dan Sunnah dan juga Ijma”, oleh karena itu wajib ditolak.[2]

Continue reading ‘Thinah’

Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Di Antara Anak Ali bin Abi Tholib Adalah Abu Bakar, Umar & Utsman (14)

•March 6, 2007 • Leave a Comment

Penulis: Syaikh Muhibbuddin Al Khatiib
Alih Bahasa: Ustadz Muhammad Arifin Badri

Di antara bentuk kasih sayang Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib kepada saudara-saudaranya ketiga kholifah sebelumnya semoga Allah senantiasa meridhoi mereka semua beliau wujudkan dengan memberi nama anak-anak beliau setelah Al Hasan dan Al Husain dengan nama-nama mereka.

Di antara anak sahabat Ali bin Abi Tholib radhiallahu ‘anhu ialah anak lelaki yang ia beri nama “Abu Bakar”, dan lainnya diberi nama “Umar” dan lainnya diberi nama “Utsman”. Beliau juga menikahkan putrinya Ummu Kultsum yang terbesar dengan sahabat Umar bin Al Khatthab radhiallahu ‘anhu(*). Dan sepeninggal beliau, ia dinikahi oleh saudara sepupunya, yaitu Muhammad bin Ja’far bin Abi Tholib, kemudian iapun meninggal sebelumnya, dan kemudian ia dinikahi oleh saudara lelaki Muhammad, yaitu ‘Aun bin Ja’far, kemudian Ummu Kultsum meninggal dunia sebagai istri beliau.

Continue reading ‘Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Di Antara Anak Ali bin Abi Tholib Adalah Abu Bakar, Umar & Utsman (14)’

Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Bagi Syi’ah, Dua Kalimat Syahadat Tidak Cukup Sebagai Bekal Masuk Surga (13)

•March 6, 2007 • Leave a Comment

Penulis: Syaikh Muhibbuddin Al Khatiib
Alih Bahasa: Ustadz Muhammad Arifin Badri

Al Khunisari berkata “Seusai menukilkan ungkapan di atas, sayyid Ni’matullah Al Musawi berkata: “Dan penjelasannya sebagai berikut: Seluruh kelompok bersepakat bahwa dua kalimat syahadat adalah sumber keselamatan (dari neraka -pent), dengan dasar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

(من قال لا إله إلا الله دخل الجنة)

“Barang siapa yang bersaksi bahwa ‘tiada sesembahan yang layak untuk disembah selain Allah’ niscaya ia akan masuk surga.”

Adapun kelompok Imamiyyah, mereka sepakat bahwa keselamatan tidak akan terwujud selain dengan sikap loyal kepada Ahlul Bait hingga imam kedua belas, dan berlepas diri dari seluruh musuh-musuh mereka (maksudnya Abu Bakar, Umar hingga manusia terakhir yang beragama Islam selain dari sekte Syi’ah, baik penguasa atau rakyat biasa), sehingga kelompok ini menyelisihi seluruh kelompok lain dalam hal ideologi ini yang merupakan sumber keselamatan.”

Continue reading ‘Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Bagi Syi’ah, Dua Kalimat Syahadat Tidak Cukup Sebagai Bekal Masuk Surga (13)’

Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : An Nushair At Thushi dan Ibnu Al Alqami Bersama Pasukan Holako Khan dan Bangsa Mongol Para Penyembah Berhala (12)

•March 6, 2007 • Leave a Comment

Penulis: Syaikh Muhibbuddin Al Khatiib
Alih Bahasa: Ustadz Muhammad Arifin Badri

Setelah ahli filosof sekaligus ulama Syi’ah yang bernama An Nushair At Thusi merangkaikan bait’-bait sya’ir guna menjilat kepada Khalifah Abbasiyah Al Mu’tashim, tidak berapa lama ia berbalik, pada tahun 655 H ia bersekongkol melawan sang khalifah dan menyegerakan runtuhnya kekuasaan umat Islam di kota Baghdad, dan ia berada di barisan terdepan dari iring-iringan pasukan pembunuh berdarah dingin Holako Khan!! Ia ikut serta menyaksikan pemenggalan leher-leher kaum muslimin dan muslimat, baik muda ataupun tua!! Ia juga rela dengan penenggelaman karya-karya ilmiah umat Islam di sungai Dijlah (Tigris), hingga air sungai mengalir berwarna hitam dalam beberapa siang dan malam akibat terkena tinta kitab-kitab manuskrip. Dengannya sirnalah berbagai peninggalan sejarah Islam, yang mencakup sejarah, adab, bahasa, syair, dan filsafat, terlebih-lebih ilmu-ilmu syariat dan karya-karya tulis para imam terdahulu para generasi terkemuka, yang hingga kala itu masih banyak di temukan, dan akhirnya ikut hancur bersama kehancuran peninggalan lainnya pada petaka ilmu pengetahuan yang tidak pernah terjadi sebelumnya(*).

Continue reading ‘Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : An Nushair At Thushi dan Ibnu Al Alqami Bersama Pasukan Holako Khan dan Bangsa Mongol Para Penyembah Berhala (12)’

Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Da’i Pendekatan “Al Khalisi” Mengingkari Keikutsertaan Abu Bakar & Umar Dalam Bai’at Ridwan (11)

•March 6, 2007 • Leave a Comment

Penulis: Syaikh Muhibbuddin Al Khatiib
Alih Bahasa: Ustadz Muhammad Arifin Badri

Sekedar contoh nyata akan hal di atas (kedustaan pernyataan mereka bahwa berbagai ideologi ini hanya ada pada masa silam, sedangkan sekarang ini semuanya telah berubah –ed muslim), kita sebutkan salah seorang dari mereka yang senantiasa mendengungkan di setiap pagi dan petang bahwa ia adalah salah satu pemrakarsa persatuan dan pendekatan, yaitu Syaikh Muhammad bin Muhammad Mahdi Al Khalisi, tokoh yang memiliki banyak kolega di Mesir dan lainnya dari para penyeru “pendekatan” dan para tokoh yang siang dan malam berupaya untuk menyosialisasikannya di antara Ahlusunnah.

Continue reading ‘Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Da’i Pendekatan “Al Khalisi” Mengingkari Keikutsertaan Abu Bakar & Umar Dalam Bai’at Ridwan (11)’

Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Keyakinan Nyeleneh Syi’ah Tentang Sahabat Abu Bakar dan Umar (10)

•March 6, 2007 • Leave a Comment

Penulis: Syaikh Muhibbuddin Al Khatiib
Alih Bahasa: Ustadz Muhammad Arifin Badri

Abu Bakar & Umar Disalib Di Sebatang Pohon

Disebabkan ideologi “Ar Raj’ah” dan pengadilan para penguasa kaum Muslimin merupakan bagian dari ideologi dasar kaum Syi’ah, tidak mengherankan bila ulama mereka, yaitu Sayyid Al Murtadha, penulis buku “Amaali Al Murtadha”, yang sekaligus saudara kandung As Syarif Ar Radhi sang penyair dan sekutunya dalam pemalsuan tambahan kitab “Nahjul Balaghah”, yang mungkin saja mencapai sepertiga kitab aslinya, yaitu setiap bagian yang mengandung celaan dan kritikan kepada para sahabat. Sayyid Al Murtadha ini berkata dalam bukunya “Al Masail An Nushairiyyah” bahwasanya Abu Bakar dan Umar akan disalib di sebatang pohon pada hari tersebut, yaitu pada masa Al Mahdi (Yaitu imam mereka kedua belas, yang mereka sebut sebagai Al Qaim/penegak dari keluarga Muhammad), dan pohon tersebut sebelum penyaliban dalam keadaan hijau nan segar, dan akan menjadi kering seusai penyaliban!!?

Continue reading ‘Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Keyakinan Nyeleneh Syi’ah Tentang Sahabat Abu Bakar dan Umar (10)’

Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Bersama Datangnya Al Mahdi, Mushaf Yang Asli Akan Kembali (9)

•March 6, 2007 • Leave a Comment

Penulis: Syaikh Muhibbuddin Al Khatiib
Alih Bahasa: Ustadz Muhammad Arifin Badri

Bersama Datangnya Al Mahdi, Mushaf Yang Asli Akan Kembali

Jabir Al Ju’fi meriwayatkan dari Abu Abdillah, ia berkata: Bila telah bangkit Al Qaim (sang penegak) dari keluarga Muhammad, ia akan mendirikan pertendaan guna mengajarkan Al Quran yang asli sebagaimana kala diturunkan(*) sehingga Mushaf tersebut akan terasa sulit bagi orang yang telah menghafal Al Quran (yaitu menghafal Al Qur’an yang telah disatukan oleh Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu, sebagaimana yang ada pada zaman Ja’far As Shodiq), karena mushaf tersebut berbeda susunannya.

Abdullah bin Ajlan meriwayatkan dari Abu Abdillah ‘alaihi salam, ia berkata: Bila Al Qaim (sang penegak) dari keluarga Muhammad telah bangkit, ia akan menghakimi manusia dengan hukum nabi Daud?!

Continue reading ‘Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Bersama Datangnya Al Mahdi, Mushaf Yang Asli Akan Kembali (9)’

Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Ideologi Ar Raj’ah dan Pembantaian 3000 Kaum Quraisy (8)

•March 6, 2007 • Leave a Comment

Penulis: Syaikh Muhibbuddin Al Khatiib
Alih Bahasa: Ustadz Muhammad Arifin Badri

Ideologi Ar Raj’ah dan Pembantaian 3000 Kaum Quraisy

Agar Anda memahami tentang ideologi Ar Raj’ah langsung dari buku mereka yang tepercaya, saya akan sebutkan untuk Anda ucapan Syaikh sekte Syi’ah Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin An Nu’man, yang lebih dikenal di kalangan mereka dengan sebutan “Syaikh Al Mufid” dalam bukunya yang berjudul: “Al Irsyad Fi Tarikh Hujajillah ‘Alal ‘Ibaad”. Buku ini dicetak di Iran dengan cetakan kuno, tidak disebutkan tahun terbitnya, dan dicetak dengan tulisan tangan Muhammad bin Ali Muhammad Hasan (Demikian disebutkan dalam buku aslinya, mungkin benarnya ialah: Muhammad Ali bin Muhammad Hasan) Al Kalbabakati:

Continue reading ‘Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Ideologi Ar Raj’ah dan Pembantaian 3000 Kaum Quraisy (8)’

Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Keyakinan Nyeleneh Syi’ah Tentang Imam Mahdi (7)

•March 6, 2007 • Leave a Comment

Penulis: Syaikh Muhibbuddin Al Khatiib
Alih Bahasa: Ustadz Muhammad Arifin Badri

Menanti Kedatangan Imam Mahdi Untuk Bersama-sama Membalas dan Membasmi Para Perampas Kekuasaan

Di antara prinsip dasar dalam ideologi mereka ialah: Bila suatu saat nanti Imam Mahdi telah bangkit, yaitu Imam mereka yang ke dua belas, yang menurut mereka saat ini sudah hidup dan sedang menanti saat kebangkitannya/revolusinya agar mereka ikut andil bersamanya menjalankan revolusi tersebut. Bila mereka menyebutkannya dalam buku-buku mereka, mereka senantiasa menuliskan di sebelah nama, atau julukan atau panggilannya dua huruf (عج) kependekan dari:

عجَّل الله فرجه

“Semoga Allah menyegerakan kebangkitannya.”

Continue reading ‘Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Keyakinan Nyeleneh Syi’ah Tentang Imam Mahdi (7)’

Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Hari Pembunuhan Al Faruq Sebagai Hari ‘Ied Terbesar Bagi Syi’ah (6)

•March 6, 2007 • Leave a Comment

Penulis: Syaikh Muhibbuddin Al Khatiib
Alih Bahasa: Ustadz Muhammad Arifin Badri

Hari Pembunuhan Al Faruq Sebagai Hari ‘Ied Terbesar

Kebencian mereka kepada tokoh yang berhasil memadamkan api kaum majusi di Iran dan yang berhasil mengislamkan nenek moyang penduduknya, yaitu Sayyidina Umar bin Al Khatthab radhiallahu ‘anhu tiada batas, sampai-sampai mereka menamakan pembunuhnya, yaitu Abu Lulu’ah Al Majusi -semoga kutukan Allah menimpanya- dengan sebutan: “Baba Syuja’uddin” (Ayah Sang Pemberani). Ali bin Muzhohir -salah seorang tokoh mereka- meriwayatkan dari Ahmad bin Ishaq Al Kummi Al Ahwash, Syaikh kaum Syi’ah dan pemuka mereka, bahwa hari pembunuhan Umar bin Al Khatthab adalah hari ‘ied terbesar, hari kebesaran, hari pengagungan, hari kesucian terbesar, hari keberkahan, dan hari hiburan.

Continue reading ‘Mungkinkah Syi’ah dan Sunnah Bersatu ? : Hari Pembunuhan Al Faruq Sebagai Hari ‘Ied Terbesar Bagi Syi’ah (6)’